This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 24 Maret 2012

Renungan Sebuah Syair

Frend kali ini saya akan mempostingkan sebuah syair yang bagus sebagai renungan,,,sebuah syair yang saya temukan dari catatan Facebook teman dengan tema Story Pic..semoga syair ini dapat kita ambil sisi baiknya ya...bacalah dengan pemikiran jernih dan Semoga bermanfaat.

::: Behind the Name of God :::

...

Mari dengarkan sejenak.
Tentang garis manusia didalam nama agama.
Tentang rasa cinta, ambisi, kebencian dan kemunafikan dalam agama.
Yang membawa kepada sebuah teka - teki, untuk apa seharusnya manusia diciptakan.
Dalam nama Tuhan, manusia tetaplah sampah tidak berguna.

...

Lihatlah kesekeliling kita.
Setiap hari anda dan teman² anda hanya menghabiskan wktu utk bicara soal cinta.
Memikirkan kekasih hati, jodoh, dan hal² keduniawian.
Bagaimana dengan agama anda...?
Pernah berpikir, apa gunanya agama untuk anda...?

...

Anda tetap tak bergeming kan atas pertanyaan itu...?
Apakah agama diciptakan untuk melengkapi kartu identitas anda...?
Atau sebagai alat penyatu dlm sbuah ikatan pernikahan...?

...

Yang terlihat sekarang, Agama hanya alat sebuah teror.
Muslim.
Kristen.
Khatolik.
Budha.
Hindu.
Atau apa saja, semua sama.
Dalam setiap kitab suci agama menganjurkan satu kedamaian.
Namun bukti itu tak terlihat.
Agama mengajarkan manusia untuk saling membenci.
Agama membawa manusia pada peperangan.
Menjatuhkan sesamanya, memanipulasi hidup manusia dibawah nama agama.
Perbedaan agama, perbedaan keyakinan, dan opini fanatisme membuat kita beragumen bahwa agama kita lah yang paling benar.
...

Salah atau tidak, itulah kenyataannya...!!

...

Anda akan menangis ketika anda berada dalam sebuah keterpurukan.
Dan anda akan segera memanggil-manggil nama Tuhan.
Mengadukan segala kesakitan kepada Tuhan.
Setelah berakhir, masih ingatkah anda dengan Tuhan...?

...

Yang miskin akan tetap memohon agar Tuhan memberikan kemudahan.
Yang kaya akan terus berambisi menumpuk harta, uang dan segalanya.
Hidup manusia hanya mimikri untuk sebuah akhir menuju kematian.
Hukum agama, hanyalah sebuah tulisan untuk dibaca.
Tulisan Tuhan untuk kenangan² disaat nyawa akhirnya meregang.

...

Yang lemah akan tetap tertindas.
Yang kuat akan tetap berkuasa.
Menyingkirkan apa saja yang mengahalangi ambisi mereka.
Agama dijadikan alat.
Agama dijadikan tempat.
Agama dijadikan teror.
Agama dijadikan tameng.
Dan agama sama sekali tidak membawa sebuah rasa aman.
Kedamaian yang tertulis, hanya sebagai konspirasi agar kita percaya pada satu kepercayaan.
Lalu mendoktrin manusianya agar membela yang benar.
Yaaa... Fanatisme...!
Kamilah yang benar, yang lain sesat.

...

Agama tidak lagi memakai hak asasi manusia.
Pembantaian.
Pemusnahan massal.
Kehancuran.
Agama jadi bendera perang.
Mata hukum dibutakan.
Setiap nyawa adalah harga yang tidak penting.
Lalu dimanakah Tuhan...?
Inikah tujuan Tuhan menciptakan manusia...?
Menyelimuti kita dengan selimut agama.
Namun pada akhirnya, selimut itu juga yang membakar setiap mikrometer tubuh kita.

...

Seorang anak kecil terluka.
Ia tewas.
Tertembak tepat di kepalanya.
Dilehernya tertulis kain dengan nama Tuhan.
Berharap Tuhan memberikanya satu kekuatan.
Namun yang terlihat nyawanya meregang oleh ratusan peluru di badan.
Siapa yang harus bertanggung jawab...?

...

Inilah perbuatan Tuhan.
Menurunkan agama sebagai kutukan.
Membawa hambanya pada satu kematian.
Perang...!
Darah dibayar untuk satu agama.
Dan iblis tertawa, menyaksikan takdir Tuhan.
Tuhan hanya diam.
Menunggu hari akhir dimana semua akan segera berakhir.

...

Agama, adalah sebuah papan catur.
Tempat dimana manusia akan saling bertempur.
Arena gelanggang penuh drama dan darah.
Dan Tuhan, adalah sutrdara terbaik sepanjang sejarah manusia diciptakan....!!


Kamis, 22 Maret 2012

Petualangan Kapal SS Jesmond dan Penemuan Atlantis yang muncul dari dalam laut

Tidak ada yang tahu dimana letak benua Atlantis yang sebenarnya. Benua misterius yang disinggung oleh Plato ini memang tenggelam karena gempa dan saat ini dipercaya berada di dasar laut. Namun, pada tahun 1882, sebuah kapal dagang bernama SS Jesmond menemukan sebuah pulau yang sepertinya baru saja muncul dari dasar laut. Pulau itu dipercaya merupakan sisa-sisa peradaban Atlantis karena artefak-artefak yang ditemukan di atasnya.


Menurut legenda, pada tanggal 1 Maret 1882, kapal dagang Inggris seberat 1495 ton bernama SS Jesmond yang mengangkut buah-buah kering sedang dalam pelayaran rutinnya melintasi Samudera Atlantik. Kapal ini berangkat dari Messina, Sisilia, dengan tujuan New Orleans. Seharusnya pelayaran ini hanya menjadi pelayaran rutin bagi para awak, termasuk sang kapten kapal, David Amory Robson.

Pada saat itu, mereka baru saja melewati selat Gibraltar dan berada sekitar 200 mil sebelah barat Madeira dan di sebelah selatan Azores, kurang lebih pada jarak yang sama.

Kemana pun mereka melemparkan pandangan, hanya samudera yang terlihat. Namun, tidak berapa lama kemudian, mereka melihat sesuatu yang lain di permukaan air.
Tidak seperti biasanya, hari itu lumpur tebal terlihat menutupi permukaan air. Bukan itu saja, kapten Robson juga melihat ikan-ikan mati yang diperkirakan berjumlah setengah juta ton tersebar di area seluas 7.500 mil persegi. Robson mengira sesuatu sedang terjadi di dalam perairan, tetapi ia tidak bisa memastikannya. Ia memerintahkan sang juru mudi untuk terus menjalankan kapal, melewati jutaan ikan-ikan mati dan lumpur yang tebal.

Keesokan paginya, sesuatu yang aneh terlihat. SS Jesmond, yang saat itu masih berlayar sesuai dengan arah yang telah ditentukan, menemukan sebuah pulau misterius terbentang di hadapannya. Kapten Robson menyadari kalau pulau ini mungkin baru saja muncul dari dalam laut. Ia sudah biasa melewati jalur ini dan tidak pernah melihatnya sebelumnya. Lagipula, petanya menunjukkan kalau wilayah ini tidak memiliki daratan sama sekali.

Pulau itu berukuran besar, sekitar 30 mil dari utara ke selatan. Di atas pulau tersebut, terlihat adanya sebuah gunung yang mengeluarkan asap.
Pada saat itu, Kapten Robson menerima berita dari stasiun pemantau di Azores dan Canary yang melaporkan adanya letusan kecil gunung api bawah laut. Sekarang Robson yakin kalau aktivitas gunung itu telah menyebabkan kematian jutaan ikan dan munculnya lumpur misterius di atas permukaan laut. Karena itu ia berpikir kalau kemunculan pulau misterius di hadapannya mungkin juga dikarenakan aktivitas gunung berapi itu.Rasa ingin tahu Robson mulai bangkit. Lalu ia memimpin sebuah tim kecil untuk menyelidiki pulau itu.

Ketika ia menginjakkan kaki di pulau itu, ia menemukan kalau tempat itu didominasi oleh basalt hitam dan sedimen tanah yang terbentuk dengan baik. Di atasnya juga terlihat banyak ikan mati, sama seperti di perairan yang mereka jumpai sebelumnya. Permukaan pulau itu kosong, tidak terdapat tanaman ataupun pantai yang berpasir. Selain itu, banyak terdapat celah-celah alami yang mengeluarkan uap secara konstan.

Tidak berapa lama kemudian, tanpa sengaja seorang awak kapal menemukan sebuah benda yang setelah diperhatikan dengan teliti ternyata sebuah mata anak panah. Sekarang mereka menjadi lebih antusias. Lalu mereka mulai menggali secara acak dengan semangat hingga kembali menemukan sejumlah mata anak panah bersama dengan pisau-pisau kecil. Robson segera kembali ke kapal dan mengambil peralatan yang lebih lengkap. Kali ini ia juga membawa 15 orang sukarelawan. Menjelang malam, mereka telah menemukan artefak-artefak lain yang sangat di luar dugaan.

Mereka menemukan sebuah patung wanita yang dipenuhi oleh lumut. Patung itu diukir pada satu sisi batu dan ukurannya sedikit lebih besar dibanding manusia pada umumnya. Lebih jauh ke tengah pulau, mereka menemukan dua buah dinding batu. Di dekatnya, mereka menemukan sebuah pedang yang terbuat dari logam berwarna kuning yang tidak diketahui jenisnya.

Mereka juga menemukan mata tombak, mata kapak, cincin-cincin logam dan keramik-keramik berbentuk burung dan hewan-hewan lain. Lalu, mereka juga menemukan dua buah toples tanah liat besar yang didalamnya berisi sisa-sisa tulang dengan tengkorak manusia. Yang cukup luar biasa adalah penemuan sebuah sarkofagus dengan mumi di dalamnya.

Robson menyadari kalau mereka telah menemukan sisa-sisa peradaban masa lampau. Dan ini cukup luar biasa karena pulau itu sepertinya baru muncul dari dalam laut. Ia ingin terus melanjutkan pancarian, namun cuaca mulai tidak mendukung sehingga ia memutuskan untuk kembali ke kapal dengan membawa semua artefak yang ditemukannya. Namun, ia berniat untuk kembali lagi. Jadi ia menandai posisi pulau tersebut di catatannya, yaitu 31° 25′ N, 28° 40′ W.
Ia memerintahkan untuk mengangkat jangkar dan melanjutkan perjalanan. SS Jesmond tiba di New Orleans pada tanggal 31 Maret. Setelah tiba di New Orleans, penemuan pulau dan artefak-artefak misterius tersebut mulai terdengar oleh media. Lalu, sebuah koran lokal memberitakannya hingga kemudian menyebar ke seluruh negara. Wartawan dari harian New Orleans Times Picayune yang mewawancari Robson menulis kalau ia telah diperlihatkan artefak-artefak yang ditemukan dan tidak merasa kalau benda-benda itu palsu. Wartawan itu juga mengatakan kalau kapten Robson berniat menyumbangkan semua artefak tersebut kepada museum Inggris.

Namun, kemudian semuanya menjadi misteri. Pada tanggal 19 Mei, Robson diketahui kembali ke Inggris tanpa membawa penemuannya. Sejak itu pula, keberadaan artefak-artefak tersebut tidak diketahui lagi. Pada tahun 1940, kantor perusahaan pengapalan yang menaungi SS Jesmond, yaitu Watts, Watts and Company di Inggris, mengalami pengeboman oleh pasukan Jerman sehingga catatan perjalanan kapal SS Jesmond ikut hancur bersamanya. Jadi, para peneliti yang kemudian mencoba untuk menyelidiki klaim Robson tidak bisa menemukan apa-apa lagi. Selain itu, juga tidak ditemukan adanya catatan donasi dari Robson kepada museum Inggris.

Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah kisah penemuan itu hanya rekayasa Robson?

Lawrence Hill yang pernah meneliti mengenai misteri ini cukup percaya dengan kisah Robson. Ia punya teori mengapa artefak tersebut tidak pernah terlihat lagi. Menurutnya, nama logam kuning pada pedang yang ditemukan oleh Robson adalah Tumbaga, yaitu logam campuran yang terdiri dari 80% emas dan 20% tembaga. Logam jenis ini disebut Plato sebagai Orichalcum yang menurutnya banyak terdapat di Atlantis. Hill juga menyebutkan kalau Robson telah melebur pedang tersebut untuk mengambil emasnya. Ada kemungkinan kalau Robson telah mengurungkan niatnya untuk menyumbangkan penemuannya tersebut. Karena itu artefak-artefak tersebut tidak dapat ditemukan kembali.

Selain itu, pulau misterius yang dilihat oleh Kapten Robson sepertinya juga dilihat oleh Kapten James Newdick, kapten kapal The Westbourne. Saat itu, Kapten Newdick sedang berlayar dari Marseilles menuju New York. Namun, ia mencatat posisi pulau tersebut pada 5º 30′ N, 24º W, tidak terlalu jauh dari lokasi sebelumnya. Ini mengindikasikan kalau pulau itu mengapung atau memang ada dua pulau berbeda yang baru muncul dari dalam laut.

Lalu, peneguhan yang lain datang dari para awak kapal lain yang kurang lebih pada waktu yang sama berlayar melewati wilayah itu. Mereka juga melihat ikan-ikan mati di atas lautan. Kesaksian mereka mengenai ikan-ikan mati itu juga diberitakan di harian-harian lokal.

Jadi, ada beberapa aspek dari kesaksian Robson yang bisa dikonfirmasi. Mengenai munculnya sebuah pulau dari dalam laut, itu pun bukan sesuatu yang aneh. Peristiwa geologi semacam ini sesungguhnya telah terobservasi beberapa kali. Misalnya, belum lama ini, sebuah pulau tiba-tiba muncul dari dalam laut di lepas pantai Pakistan. Para nelayan setempat melaporkan peristiwa ini pada tanggal 26 November 2010.
Di bawah ini adalah foto-foto satelit dari earthobservatory.nasa.gov yang menunjukkan sebelum dan sesudah kemunculan pulau tersebut.

Di bawah ini adalah screenshot dari permukaan pulau yang diambil oleh para nelayan Pakistan yang sempat mampir ke pulau tersebut.
Menurut NASA, pulau semacam ini memang biasa muncul dan kemudian segera menghilang karena tertelan ombak. Jadi, kesaksian Kapten Robson mengenai perjumpaannya dengan pulau yang muncul dari dalam laut juga bukan sesuatu yang mustahil. Namun, apakah benar dia telah menemukan sisa-sisa peradaban manusia di dalamnya? Soal ini memang tidak bisa dikonfirmasi oleh bukti lain selain kesaksian Robson dan wartawan yang mewawancarainya.
Klaim mengenai Atlantis sendiri datang dari Plato dalam bukunya Timaeus dan Critias.
Jika Atlantis benar-benar ada dan bukan hanya karangan Plato, maka lokasi yang paling mungkin memang tempat dimana SS Jesmond melihat pulau misterius tersebut. Menurut Plato, Atlantis terletak di seberang Pilar-Pilar Herkules yang merupakan sebutan kuno untuk Selat Gibraltar.Jika pulau yang dilihat Robson memang bagian dari peradaban Atlantis, mungkinkah suatu hari ia kembali muncul dan menjawab seluruh keraguan kita?






By www.xfile-enigma.blogspot.com

Benarkah Piramida di Garut Memang Ada?

Sebenarnya kabar Piramida di Garut ini sudah muncul di akhir tahun 2011, karena itu saya akan mempostingnya kembali dari berbagai sumber yang ada agar kita dapat berpikir kembali apakah benar piramida di Garut memang ada? lalu adakah hubungannya dengan dunia Atlantis? atau sekarang adakah kabar terbaru dari para peneliti tentang piramida di Garut? oleh karena itu saya akan mensharekan lebih dulu asal muasal penemuan ini..
Dimulai dari Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief yang mengatakan bahwa tim katastropik purba melakukan penelitian intensif menemukan dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di Desa Sadahurip dekat Wanaraja Garut, Jawa Barat menemukan fakta yang cukup mengagetkan.
“Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam dalam gunung tersebut lebih tua dari Piramida Giza," kata Andi dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Selasa (22/11/2011).

Andi menambahkan dari beberapa gunung yang di dalamnya ada bangunan menyerupai piramid, setelah diteliti secara intensif dan uji carbon dating, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza.

Sekadar catatan, lanjut Andi, Piramida Giza selama ini dikenal sebagai piramida tertua dan terbesar dari 3 piramida yang ada di Nekropolis Giza. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 sebelum Masehi.

Dalam beberapa waktu ke depan, Tim Katastropik Purba akan melakukan paparan ke publik tentang temuan-temuannya tersebut. Tak hanya soal temuan piramida di Garut tersebut, tim ini nantinya juga akan memaparkan temuan istimewa di kawasan Trowulan, Batu Jaya, beberapa lokasi menhir di Sumatera dan lain-lain.

“Ada temuan mencengangkan tentang uji carbon dating pada 3 lapis kebudayaan di kawasan Trowulan yang terlanjur kita sebut Majapahit pada zaman sejarah masehi itu. Juga tentang temuan-temuan lapisan sejarah di Lamri Aceh dan sekitarnya,” ungkapnya.


Headline

Terhadap temuan ini, sambung Andi, Tim Katastropik Purba juga akan terus berkoordinasi dengan bidang kepurbakalaan, antropologi, arkeologi, pakar budaya, ahli sejarah dan lainnya. Disamping akan terus berkoordinasi lintas ilmu kebumian sehubungan dengan temuan-temuan sejarah bencana-bencana lokal dan global untuk dicari mitigasinya.

"Sekadar catatan, beberapa hasil penelitian Tim Katastropik Purba ini telah disampaikan kepada publik. Di antaranya, rekomendasi agar 3 gunung di Jawa Barat yakni Gunung Kaledong, Gunung Putri, dan Gunung Haruman dijadikan sebagai cagar budaya," ungkapnya.

Rekomendasi itu atas dasar penelitian melalui metoda ilmu kebumian, meneliti sumber-sumber bencana alam dan melacak informasi dari masa lalu yang berkaitan dengan kejadian bencana alam katastropik.

Obyek penelitian lain yang berada pada jalur-jalur patahan gempabumi dan gunung api di sepanjang Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan sampai Papua, terus dikaji secara ilmiah. “Hasil penelitian-penelitian lanjutan tentang ini akan disampaikan ke publik,” pungkasnya. 
 

Dari ahli genetika dan DNA manusia asal Universitas Oxford, Stephen Oppenheimer mengatakan belum meneliti keterkaitan Piramida Garut, Jawa Barat, dengan benua Atlantis yang hilang.

"Saya belum melihat piramida di Garut, jadi saya tidak bisa mengomentarinya," kata Oppenheimer usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Meski dia mengkui Indonesia sebagai Benua Atlantis yang hilang, namun Oppenheimer tidak mengetahui petunjuk Piramida Garut menunjukkan letak benua yang hilang ini.

"Ini mungkin bahwa Indonesia adalah Atlantis yang hilang, tapi saya tidak tahu bukti yang kuat untuk itu. Saya tidak menulis di buku saya, saya tidak ingin menulis tentang hal ini (Piramida Garut) karena saya tidak tahu bukti itu," ujarnya.

Oppenheimer mengatakan, tidak bisa sependapat dengan temuan para peneliti yang menyatakan Piramida Garut dan sejumlah monumen di Garut sebagai petunjuk letak Benua Atlantis.

"Sejauh ini soal piramida dan monumen kuno, saya belum memiliki bukti kuat. Saya bukan mengatakan tidak, tapi saya tidak bisa setuju dengan sesuatu yang saya belum lihat," kata Oppenheimer.

Oppenheimer melakukan kunjungan ke Indonesia dan diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu penulis buku tentang Benua Atlantis ini akan menghadiri kegiatan '4th International Conference on Indonesian Studies (ICSSIS)' di Bali, juga kegiatan Sarasehan 'Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba' di Jakarta.

Namun, kabar kemungkinan adanya piramida di Gunung Sadahurip, Garut, ditepis geolog Sujatmiko. Dia meyakini keberadaan piramida hanya isapan jempol. Sujatmiko sudah melakukan penelitian di Sadahurip dan hasilnya, tidak ada piramida.


"Barat, timur, selatan, utara diteliti jenis batuan di Sadahurip itu, kajian geologi batuan beku. Artinya bahwa itu suatu gunung yang solid. Jadi hipotesis ditemukan piramida di dalam gunung impossible," jelas Sujatmiko yang juga menjabat sebagai Sekjen Kelompok Riset Cekungan Bandung dan anggota IAGI, Senin (6/2/2012).

Sujatmiko membeberkan setidaknya ada 5 alasan yang membuat piramida di Garut hanyalah isapan jempol. Berikut alasannya:

1. Susunan Gunung Sadahurip dari bawah sampai puncak tipe batuan solid, jadi sangat sulit dikatakan ada piramida di dalam gunung itu.

2. Untuk membangun suatu piramida seperti Giza, dibutuhkan 200 ribu orang dalam waktu 20 tahun, dengan membawa blok-blok batu sebanyak 2,3 juta ton. Untuk Sadahurip itu impossible, bila bebatuan Sadahurip 6-7 ribu tahun sesuai uji karbon, saat itu Indonesia masih zaman menggunakan alat batu.

3. Setiap proyek raksasa yang dikerjakan meninggalkan jejak artefaktual atau sisa-sisa pengerjaan, di Sadahurip tidak ada jejak itu. Ada bekas bebatuan yang katanya mirip tulisan Mesir kuno, namun setelah diteliti itu silica yang terkena pelapukan.

4. Bebatuan besar yang ada di Sadahurip, yang katanya diangkut dari Gunung Rahong untuk pembuatan piramida bisa dipatahkan. Semua bisa dijelaskan dengan proses geologi. Bebatuan itu ada karena lava yang mengalir dan masuk ke gunung. Sadahurip merupakan gunung purba.

5. Pintu masuk ke piramida yang disebutkan ternyata hanya goa biasa. Dalamnya hanya beberapa meter dan tidak ditemukan indikasi adanya bebatuan yang dipahat manusia.

"Sebagai ahli geologi soal Sadahurip itu memang penuh kontroversi. Tetapi kita harus sampaikan apa adanya," jelas Sujatmiko.

Rencananya Selasa (7/2), Staf Khusus bidang Penanggulangan Bencana akan menggelar diskusi terkait Gunung Sadahurip dan Gunung Padang yang ada di Cianjur. Diskusi itu bertema 'Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba di Nusantara untuk Memperkuat Karakter dan Ketahanan Nasional'. Rencananya, kegiatan itu akan ditayangkan di seluruh dunia.

Jadi bagaimanapun juga kita hanya bisa menunggu keputusan para ahli atau kalo anda begitu penasaran silahkan datang saja ke TKP.. 


by www.vivanews.com
     www.antaranews.com

ILLUMINATI